June 2017
S M T W T F S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Ilkom
IPB Badge
Hapuskan komersialisasi perparkiran kampus IPB Baranangsiang

Tulisan ini pernah saya muat di blog pribadi dulu kala. Karena ada suatu peristiwa yang menggalaukan saya untuk berada di lingkungan kerja, terasa tulisan ini sesuai untuk saya muat kembali dengan melakukan revisi di sana sini.

Warna adalah sesuatu yang sederhana yang hanya mendapat respon akibat tangkapan mata, sehingga kadang membuat dikesampingkan oleh sebagian pihak, namun tak jarang membuat orang berlama-lama memilihnya. Pihak yang demikian memandang warna adalah getaran, dan getaran itu secara sadar maupun tidak selalu kita respon, sehingga tak jarang warna memengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood. Dan warna yang kita kenakan sehari-hari memengaruhi pandangan orang lain terhadap kita. Memilih sesuatu yang akan kita kenakan umumnya menyangkut urusan warna dan motif. Malah untuk sebagian orang, pemilihan warna adalah masalah paling sensitif. Ada kesan warna-warna tertentu dihindari, karena sebagian pihak mengatakan, pada akhirnya selera dan kepribadian juga berbicara. Mempelajari warna yang cocok dan sebaiknya dipakai membuat ruang kreativitas kita untuk berada semakin terbuka luas. Di kemudian hari, kita juga akan lebih cepat dalam memadupadankan warna yang kita kenakan dengan berbagai elemen lainnya. Sebenarnya, tiap orang sah-sah saja memakai warna apa pun, tapi image sebagai bagian dari institusi kita berada harus dijadikan pertimbangan tersendiri, walaupun warna merupakan sesuatu yang bersifat pribadi.

Terkait dengan lingkungan, dimana kita berinteraksi dan berdiskusi dalam keseharian kerja, warna sangatlah penting. Sangat tidak elok dipandang dari sudut mana saja tatkala kita memberi hanya satu warna pada suatu obyek. Mata dibuat terlena oleh hanya satu warna, yang pada gilirannya kita berinteraksi keluar, terkaget-kaget dan sering membuat terpuruk karena ternyata hidup di luar sangatlah penuh warna. Juga alangkah tidak hidup suatu kehidupan jika semua memiliki warna pandangan yang sama, warna pikiran yang sama, dan lebih parah kalau semua terbelenggu oleh warna arah yang sama. Orang statistika mengatakan, tidaklah bisa hidup orang kalau segala sesuatu ragamnya nol.

Terkait dengan kemajuan suatu institusi, apalagi pendidikan, pemilihan warna menjadi sangat penting untuk menuju keberagaman, sehingga akan sangat naif jika dihubungkan dengan suatu ideologi apa pun. Apalagi sampai menolak suatu warna yang berbeda dari warna yang diyakini oleh pimpinannya sebagai warna yang paling benar. Karena warna bersifat universal. Warna, bak pelangi, yang merupakan karunia Tuhan. Tak salah orang menyebut hidup ini penuh warna, namun penempatan dan pemilihan hanya pada satu warna akan membuat lingkungan tidak berkembang dan monoton, dan bahkan membuat apapun yang dilakukan di dalam, terasa oleh dunia luar seperti hanya tidur, terlena, dan mungkin bisa disebut terpuruk dalam kemajuan diri sendiri.

Sebenarnya warna menyiratkan ragamnya dunia yang tidak mungkin dihindarkan. Orang komputer atau teknik sangat paham ada kombinasi warna dari tiga warna dasar merah (red), hijau (green), dan biru (blue), yang sering disingkat menjadi RGB. Bahkan seorang Sheila Majid pun sangat terkesan dengan warna seperti syair yang dinyanyikannya ….

Lihat pada si pelangi
Seribusatu dimensi
Warna sari dalam sinar hidup kita
Menghiasi alam ini
Inspirasi dunia seni
Kusyukuri cindera mata Maha Esa

Dalam ku mencoba mengejari cita
Aneka warna nan menawan hidupku
Cinta teman setia menolong segala
Terima kasih kuucapkan padamu

Oh warna warna pada dunia
Ku terpesona, kau teristimewa
Oh warna warna bagai bicara
Menyeli hati sanubariku

Ada kalanya kelabu
Membuat hatiku pilu
Tersenyum ku bila warna ceria tiba
Berbagai cerita rupa
Emosi suka dan dunia
Mewarnai kehidupan alam maya

Warna sari pagi mendamaikan hati
Tergambar indah suasana di jiwa

Leave a Reply