June 2017
S M T W T F S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Ilkom
IPB Badge
Hapuskan komersialisasi perparkiran kampus IPB Baranangsiang

Terdapat banyak aplikasi komputer telah dikembangkan hingga saat ini, untuk membantu manusia menyelesaikan persoalan. Salah satu aplikasi populer adalah apa yang disebut sebagai sistem informasi. Tulisan ini bukan ingin membahas secara mendalam tentang sistem informasi, tetapi lebih kepada teknologi yang digunakan.

Pengembangan program aplikasi diawali dengan sistem berbasis desktop, yaitu program yang diinstal di setiap PC atau desktop. Pada awalnya, sistem berbasis desktop ini hanya ada pada sebuah PC (stand-alone), dimana di dalamnya juga terdapat data. Dengan berkembangnya teknologi jaringan (Intranet maupun Internet), maka sistem berbasis desktop dapat diinstal di banyak komputer, sedangkan data (database) diletakkan pada sebuah server terpisah.

Keuntungan dari aplikasi berbasis desktop terletak pada aspek keandalannya. Kita dapat mengakses aplikasi ini asalkan memiliki komputer dan terhubung ke mesin dimana database tersimpan. Proses komputasinya jauh lebih cepat karena dilakukan di dalam PC masing-masing. Dalam banyak hal, aplikasi ini tidak bergantung pada koneksi jaringan. Namun demikian, salah satu kelemahannya adalah pada aspek pegembangannya yang lebih sulit, dan jika terdapat revisi sistem, maka harus dilakukan instalasi ke seluruh PC yang menggunakannya.

Metode pengembangan program aplikasi lainnya adalah berbasis web, dimana sistem hanya disimpan di sebuah web server, dan seluruh user dapat mengaksesnya selama terhubung ke server tersebut. Keuntungan utama dari aplikasi seperti ini adalah fleksibilitasnya yang cukup tinggi, dan jika ada revisi, cukup dilakukan di server saja. Namun demikian, sistem ini sangat tergantung pada koneksi jaringan. Jika pada suatu saat dimana tidak ada koneksi jaringan, maka sistem ini menjadi tidak berfungsi. Dari segi kecepatan, sistem ini lebih lambat karena semua proses komputasi dilakukan di server secara terpusat. Namun karena fleksibel dan pengembangannya jauh lebih mudah, serta memiliki antar muka lebih menarik, maka banyak pihak berbondong-bondong mengubah aplikasi, dari berbasis desktop ke aplikasi berbasis web.

Tentunya pertimbangan migrasi tersebut tidak ada kaitannya dengan web service, karena secara teknologi, web service merupakan layanan untuk menyediakan informasi bagi sistem lainnya. Artinya, web service lebih banyak berurusan dengan database atau informasi yang perlu diberikan kepada sistem lainnya. Database yang dibangun dengan aplikasi berbasis desktop maupun web, bisa dibagi pakai dengan pihak lain dengan menggunakan teknologi web service. Oleh karena itu, sekali lagi, aplikasi berbasis desktop maupun berbasis web, tidak ada kaitannya dengan teknologi web service.

Yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan aplikasi berbasis desktop ataukah berbasis web, justru adalah bagaimana manajemen data dilakukan. Jika database membutuhkan pengamanan yang baik, misalnya menyangkut keuangan, penilaian kinerja, nilai akademik, dan sejenisnya, maka aplikasi berbasis web akan riskan. Oleh karena itu, jika teknologi ini yang dipilih, maka harus dilakukan pengamanan akses yang lebih dibanding biasanya. Disamping itu, aplikasi berbasis desktop sangat cocok untuk masalah-masalah administrasi yang hanya melibatkan puluhan user, misalnya unit kerja di sebuah perguruan tinggi, cabang dari suatu pabrik, dan sebagainya. Jika sudah melibatkan mahasiswa atau orang dalam jumlah yang banyak, maka aplikasi berbasis web menjadi pilihan. Sangat mudah diamati, sistem transaksi keuangan oleh teller di bank, akan berpikir seribu kali untuk dibangun berbasis web.

Namun demikian, perubahan dari aplikasi berbasis desktop menjadi aplikasi berbasis web, sekali lagi tidak membawa implikasi apapun terhadap web service. Web base dan web service adalah dua istilah yang sangat jauh berbeda. Dan perubahan ke aplikasi berbasis web juga tidak bermanfaat kalau hanya mengubah teknologi pengembangan sistemnya, tanpa mengubah manajemen informasinya. Semua fasilitas dan prosedurnya masih tetap sama, sehingga dari aspek manajemen informasi, secara kasar bisa dikatakan tidak ada perubahan apa-apa. Ternyata tidak hanya di dunia politik ada pencitraan, di sistem informasi pun ada pencitraan … hehe ..

One Response to “Dari Desktop ke Web”

  • Setuju Pak, banyak ke website SI. Maaf Pak Julio, maksud dari “ada pencitraan” itu , seperti bagaimana yah Pak, maksudnya? Mohon pencerahannya. Terima kasih

Leave a Reply