June 2017
S M T W T F S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Ilkom
IPB Badge
Hapuskan komersialisasi perparkiran kampus IPB Baranangsiang

Sering terjadi rasa sedikit kaget saat mahasiswa sudah mengikuti proses pembelajaran di program pendidikan Ilmu Komputer, khususnya di IPB, yang selanjutnya saya sebut saja ILKOM. Sebagian mengira belajar di ILKOM itu tidak perlu penguasaan matematika yang baik. Ternyata itu salah besar. Saya mencoba melihat dari dua fakta, yang pertama adalah dari pola seleksi siswa calon peserta olimpiade komputer, dan kedua dari nilai pelajaran matematika dan pemrograman di IPB. Aspek yang saya soroti hanyalah pada materi pemrograman.

Coba kita tengok materi uji siswa-siswa calon peserta olimpiade komputer, yang berupa analitika, logika, dan aritmatika. Mengapa materinya ini? Sudah dapat ditunjukkan bahwa daya logika, analisis, dan dasar matematika yang kuat diperlukan karena merupakan potensi dan dasar untuk mampu memprogram komputer. Oleh karena itu, untuk dapat memahami komponen tersebit, siswa harus dibekali oleh kemampuan di bidang Matematika Informatika. Dan kalau dilihat lebih dalam, kompetensi yang diharapkan di bidang Matematika Informatika ini adalah mampu memahami dan memakai berbagai teori dan konsep matematika untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan bidang informatika yang meliputi: (a) Konsep bilangan bulat dan operasinya (modulo, tambah, kurang, dsb); (b) Faktorisasi; (c) Logika dan aljabar boolean (and, or, xor, not); (d) Himpunan (definisi, operasi, inklusi, eksklusi); (e) Permutasi dan Kombinasi; serta (f) Teori graf (definisi, graf berarah, bidireksional, traversal, shortest path).

Bagaimana dengan bidang ILKOM? Kita tahu bahwa kemampuan memprogram komputer merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa ILKOM. Bahkan sudah dikenal pernyataan yang sering dipakai untuk mendorong mahasiswa belajar dengan baik, yaitu “Kalau ga mau memprogram, ngapain masuk ILKOM?”.

Hampir sebagian besar mata kuliah di ILKOM ini membutuhkan kemampuan memprogram. Kemampuan apa yang dibutuhkan agar dapat berhasil mengikuti proses pembelajaran seperti ini? Untuk sekedar menunjukkan pentingnya matematika di bidang ini, saya mencoba menganalisis berdasarkan data nilai mutu pelajaran matematika di IPB, yaitu Pengantar Matematika (MAT100) dan Kalkulus Dasar (MAT103); serta pelajaran pemrograman dasar yaitu Algoritme Pemrograman (KOM202) dan Bahasa Pemrograman (KOM204). Data saya peroleh dari SIM Departemen, yang juga merupakan bank data akademik Departemen yang sangat bermanfaat bagi manajemen.

Nilai mutu tiap pelajaran saya konversi ke angka mutu, A menjadi 4, AB menjadi 3.5, dan seterusnya hingga E menjadi 0. Nilai pemrograman (PROG) adalah rata-rata dari nilai mutu KOM202 dan KOM204, sedangkan nilai matematika (MATH) saya peroleh dari rata-rata MAT100 dan MAT103. Hasilnya dapat dilihat dari grafik tebaran data nilai PROG dan MATH di bawah ini.

gb1-1

Tampak bahwa slope garis biru adalah positif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa ada keeratan hubungan antara nilai mutu MATH dengan PROG. Artinya, mahasiswa yang memiliki nilai mutu MATH baik (>2.0) cenderung bisa berhasil mengikuti pelajaran pemrograman dan mendapat nilai mutu yang baik pula. Sebaliknya, mahasiswa yang memiliki penguasaan MATH rendah, juga rendah nilai pemrogramannya.
Jika dilihat dari banyaknya mahasiswa yang berada di setiap kuadran (gambar di bawah ini), terlihat bahwa penguasaan mahasiswa terhadap matematika di TPB sudah banyak yang baik, sehingga banyak pula yang berhasil mengikuti pelajaran pemrograman (56%). Urutan kedua sebanyak 19% merupakan daerah kuadran III yaitu mahasiswa yang memang rendah penguasaan matematikanya dan juga rendah nilai pemrogramannya. Persentase seimbang adalah mahasiswa yang berada di Kuadran II dan IV berturut-turut sebanyak 12% dan 13%. Dengan demikian, yang perlu mendapat perhatian lebih adalah mahasiswa yang berada di Kuadran III dan IV dengan total sebanyak 32%, cukup banyak. Mahasiswa di Kuadran IV memiliki nilai matematika baik, namun tidak berhasil meraih nilai yang baik pada pelajaran pemrograman. Dorongan kepada mahasiswa agar banyak berlatih, kuliah dan praktikum dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan sebagainya perlu terus dilakukan.
gb1-2
Perbaikan pada proses pembelajaran di tingkat TPB dan proses rekruitmen juga harus terus dilakukan dilakukan. Terbukti bahwa jika persentase mahasiswa yang memiliki nilai mutu MATH baik, maka semakin baik pula nilai mutu yang diperoleh pada pelajaran pemrograman. Atau dengan memperkecil persentase mahasiswa yang memiliki nilai mutu MATH rendah, dapat diduga akan memperkecil persentase mahasiswa dengan nilai mutu PROG rendah, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
gb1-3
Pada tahun akademik 2013 dan 2014, banyaknya mahasiswa dengan nilai mutu MATH rendah menurun, akibatnya mahasiswa yang tidak berhasil pada pelajaran pemrograman juga menurun.
Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah apakah ada hubungannya antara penguasaan pemrograman terhadap mata kuliah lainnya di ILKOM? Tunggu tulisan dan ulasan saya berikutnya di media ini …. 😉

Leave a Reply