November 2017
S M T W T F S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Ilkom
IPB Badge
Hapuskan komersialisasi perparkiran kampus IPB Baranangsiang

Archive for the ‘Curhat’ Category

kopiMungkin saya ini sudah masuk pada tahap pecandu kopi. Sehari rata-rata meminum 2 cangkir kopi. Kalau orang lain sulit tidur jika minum kopi, saya malah minum kopi sebelum tidur. Aneh memang.

Saya amati ada banyak kategori kopi yang sudah pernah saya rasakan, mulai dari kopi yang diracik dengan sangat rumit oleh ahlinya, sampai kopi instant yang tinggal menyeduh dengan air panas. Tentunya, setiap jenis sajian kopi ini memiliki rasa yang berbeda. Kopi racikan baresta memang sangat mantap, mulai dari aroma, rasa, hingga seni penyajiannya. Kita pun bisa menentukan komposisi dan jenis dari setiap aroma, rasa, dan penyajiannya.

Read the rest of this entry »

Dalam perjalanan menuju Solo, kota yang cukup lama tidak saya kunjungi, entah mengapa saya malah teringat akan buku dengan judul di atas, “Algorithms + Data Structures = Programs” yang ditulis tahun 1976 oleh Niklaus Wirth, Bapak Pascal dalam komunitas pemrograman. Sebuah buku yang sangat baik untuk memahami detil logika dari standard library dalam bahasa pemrograman modern. Mungkin otak saya sedang gegana (gelisah, galau, dan merana) saat memikirkan jadwal mengajar yang sering saya tinggalkan akhir-akhir ini. Mungkin juga kebingungan dalam merencanakan materi akhir dari pengajaran Dasar Pemrograman. Atau bisa jadi karena ke Solo mau bertemu dengan para pembina TOKI, yang pasti sangat memahami pengajaran pemrograman.

Read the rest of this entry »

blind-sideItu adalah judul film yang sudah lama diputar di bioskop, dan sering diulang di HBO. Film ini sangat menarik bagi saya karena disamping ceritanya menarik berdasarkan kisah nyata tentang Collins Tuohy yang baik hati dan tulus dalam merawat Michael Oher membuat kita melakukan evaluasi diri, juga ada alur cerita tentang bagaimana usaha Michael Oher (dipanggil Big Mike karena berbadan besar) untuk menggapai cita-citanya menjadi pemain football dan bersekolah di University of Mississippi.

Dikisahkan Big Mike yang selama ini tidur di ruang gym sekolah dan tidak mempunyai tempat tinggal tetap, akhirnya dibawa oleh Touhy pulang ke tempat tinggal mereka untuk bermalam disana. Leigh Anne (istri Collins Tuohy, yang diperankan dengan sangat brilian oleh Sandra Bullock) serta keluarganya benar-benar menunjukkan perhatian kepada Big Mike. Mulai dari diberikan makanan, pakaian, kamar tidur, sampai akhirnya Mike diangkat menjadi anggota keluarga mereka. Read the rest of this entry »

Selamat bergabung ILKOM51 IPB. Belajarlah sungguh2 dan jadilah yang terbaik, profesional, dan menjadi kebanggaan keluarga dan negara. Jangan contoh kakak2 kelasmu yg sering tidur di kelas, menyalin tugas teman, kuliah tidak semangat, loyo, dan “gaya thok”.

Itu adalah status saya di FB beberapa waktu lalu, yang tujuan sebenarnya adalah untuk mendorong pada mahasiswa ILKOM51 agar bersiap diri menjalani proses pembelajaran bersama dosen dengan baik. Ini berdasarkan pengalaman melihat beberapa mahasiswa saat kuliah, yang sering tidur, menyalin tugas, dan tindakan-tindakan tidak profesional lainnya. Read the rest of this entry »

Belajar pemrograman komputer itu bisa dibilang susah-susah gampang, tapi saya lebih cenderung mengatakan gampang-gampang susah. Artinya masih lebih banyak gampangnya dibanding kata susah hehehee ….. Percayalah, jika dilakukan dengan konsisten dan fokus, maka tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Yang sering menjadi persoalan adalah, darimana memulai belajar pemrograman komputer. Read the rest of this entry »

Sering terjadi rasa sedikit kaget saat mahasiswa sudah mengikuti proses pembelajaran di program pendidikan Ilmu Komputer, khususnya di IPB, yang selanjutnya saya sebut saja ILKOM. Sebagian mengira belajar di ILKOM itu tidak perlu penguasaan matematika yang baik. Ternyata itu salah besar. Saya mencoba melihat dari dua fakta, yang pertama adalah dari pola seleksi siswa calon peserta olimpiade komputer, dan kedua dari nilai pelajaran matematika dan pemrograman di IPB. Aspek yang saya soroti hanyalah pada materi pemrograman. Read the rest of this entry »

Tulisan ini pernah saya muat di blog pribadi dulu kala. Karena ada suatu peristiwa yang menggalaukan saya untuk berada di lingkungan kerja, terasa tulisan ini sesuai untuk saya muat kembali dengan melakukan revisi di sana sini.

Warna adalah sesuatu yang sederhana yang hanya mendapat respon akibat tangkapan mata, sehingga kadang membuat dikesampingkan oleh sebagian pihak, namun tak jarang membuat orang berlama-lama memilihnya. Pihak yang demikian memandang warna adalah getaran, dan getaran itu secara sadar maupun tidak selalu kita respon, sehingga tak jarang warna memengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood. Dan warna yang kita kenakan sehari-hari memengaruhi pandangan orang lain terhadap kita. Memilih sesuatu yang akan kita kenakan umumnya menyangkut urusan warna dan motif. Malah untuk sebagian orang, pemilihan warna adalah masalah paling sensitif. Ada kesan warna-warna tertentu dihindari, karena sebagian pihak mengatakan, pada akhirnya selera dan kepribadian juga berbicara. Mempelajari warna yang cocok dan sebaiknya dipakai membuat ruang kreativitas kita untuk berada semakin terbuka luas. Di kemudian hari, kita juga akan lebih cepat dalam memadupadankan warna yang kita kenakan dengan berbagai elemen lainnya. Sebenarnya, tiap orang sah-sah saja memakai warna apa pun, tapi image sebagai bagian dari institusi kita berada harus dijadikan pertimbangan tersendiri, walaupun warna merupakan sesuatu yang bersifat pribadi. Read the rest of this entry »

Tulisan ini dibuat oleh Hamdan Juhannis, Guru Besar Ilmu Sosiologi UIN Alaudin, Mataram; Anggota Dewan Indonesian Public Integrity Education Network. Sengaja saya muat disini karena sangat menarik, dapat menjadi renungan kita semua, baik mahasiswa maupun dosen. Berikut selengkapnya …

Pada waktu ujian semester Mata Kuliah Sosiologi di sebuah kelas S1 UIN Alaudin beberapa hari lalu, saya datang memberi ujian sendiri. Ketua kelas meminta para mahasiswa mengatur kursinya secara berjarak. Namun saya memotongnya bahwa mereka tidak perlu melakukan itu. Saya mengatakan, “Kalian duduk seperti biasanya.” Saya bercanda: “Kalau mau lebih mepet lagi, silakan Anda lakukan,” yang disambut tawa oleh para mahasiswa. Read the rest of this entry »

Dalam Rabuan kemarin, terungkap banyak hal tentang sikap dan kebiasaan mahasiswa yang kurang baik. Diawali dengan cerita saya, mahasiswa yang masih semester ke-3 secara gamblang menandatangani absen rekannya yang tidak hadir. Selanjutnya cerita dosen lainnya tentang absensi kuliah yang tidak tersedia akibat kemalasan mahasiswa. Juga cerita dosen lain lagi, serta cerita dosen lainnya, yang semuanya menunjukkan terjadi penurunan kualitas mahasiswa kita.

Pertanyaannya, mengapa itu semua terjadi, dan bagaimana mengatasinya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, adakah kontribusi kita sehingga membuat mahasiswa seperti ini? Saya lebih suka untuk melihat pada diri sendiri, sudahkah kita berusaha untuk memberi pendidikan yang baik kepada mahasiswa.

Dalam suatu diskusi nasional, saya membaca tulisan terkait hal ini, yaitu bahwa pendidikan harus diarahkan untuk membangun karakter, bukan hanya meningkatkan pemahaman pada hal-hal teknis yang hanya menghasilkan mahasiswa berpikir pragmatis, dan ujung-ujungnya hanya bersikap konsumtif. Artinya, sangat penting untuk membangun karakter agar mahasiswa memiliki sikap untuk berpikir dan bekerja secara cerdas, serta memiliki keterampilan untuk berproduksi. Read the rest of this entry »